ketika rasa itu hadir kembali…

Posted: Oktober 14, 2015 in Isi Hati

mungkin benar bila love is blind…yes…kita nga pernah tau dengan siapa kita akan melabuhkan hati kita kembali…ketika cinta itu hadir rasanya dunia berbeda…ada keceriaan..ada rasa ingin tau…tapi sekali lagi…dunia rasanya begitu indah…

aku percaya move on its better…mencintai kembali apa yang kita miliki..belajar untuk terus bersyukur…cinta itu akan terasa lebih indah…cinta memang complicated…bahkan kita sendiri tidak pernah tau dengan siapa kita jatuh cinta…cinta itu sifatnya mengalir…yes..mengikuti alur yang ada…

percayalah cinta tak pernah salah..cinta tak bisa ditebak…tak bisa dipaksakan…juga tak kan bisa dihindari…allah memberikan kita rasa cinta agar hidup lebih berwarna..agar kita bisa terus saling berdampingan…namun ingatlah satu hal..cinta ada bukan untuk saling menyakiti..believe that..

Iklan

celoteh usang…

Posted: Agustus 14, 2014 in Isi Hati

Dear my diary..

Sudah begitu banyak kisah yg aku lewati satu tahun belakangan ini…kisah yg tak pernah terlupakan..kisah yg mengajariku banyak hal..rasa bersyukur…rasa sakit…rasa legowo..rasa untuk melupakan yg telah terjadi…dan rasa untuk bisa lebih memaafkan…

Dear diary…

Aku bersyukur masih memiliki orang-orang yg begitu sayang padaku…yg memberi semangat dan menguatkanku untuk tetap berjuang dan terus mensyukuri apa yg terjadi…

Aku tau memperbaiki lebih sulit daripada merusak sesuatu hal…tapi disinilah aku belajar bagaimana aku harus bisa memperbaiki sesuatu yg telah rusak menjadi lebih berarti…

Mungkin akan sulit bagiku melupakan semuanya…akan sulit menerima apa yg telah terjadi,namun banyak sekali hal yg harus aku pertimbangkan bukan hanya memikirkan ego diriku sendiri…

Satu kesalahan yg mengajariku banyak hal…banyak sekali…tapi di sinilah ALLAH begitu mengingatkanku…bahwa semua adalah milikNYA…jika memang ALLAH berkehendak apapun bisa terjadi…dan semua yg kita miliki hanyalah titipanNYA…yg sewaktu-waktu bisa diambil kembali padaNYA…

Dear diary…

ALLAH membuka pintu hatiku untuk belajar ikhlas…belajar melupakan dan untuk belajar menerima kembali…ingatlah tak ada satu manusiapun yg sempurna…demikian pula aku..jauh dari kata sempurna…aku hanya ingin menjadi wanita yg baik ..walau kata ikhlas tidak semudah kita mengucap dan butuh proses juga perjuangan…percayalah semua rasa sakit pasti ada obatnya..karena aku yakin ALLAH menguji kita dengan rasa sakit pasti ALLAH juga memberi penawarnya…and I believe…

Harapanku…hanya ingin menjadi istri yg sholehah berbakti pada suamiku..menjadi anak yg sholehah untuk ayah ibuku…ibu yg baik untuk putri kecilku…dan wanita yg selalu menyayangi saudara-saudaraku…Lapangkanlah hatiku untuk menjadi wanita yg mandiri dan pemaaf….amien…

Just u n me……

Gambar  —  Posted: Mei 22, 2014 in Isi Hati

Tak terasa sudah 10th aku bersamamu….begitu banyak kenangan yg sudah kita lewati bersama…semoga hubungan ini selalu di ridhoi oleh allah swt…hanya berharap rasa ini tak pernah pupus seiring waktu berlalu…dan berharap langgeng sampai maut memisahkan..

Gambar  —  Posted: Mei 22, 2014 in Isi Hati

lonely

Posted: Mei 20, 2014 in Isi Hati

welcome to my blog…

 

akhirnya bisa menulis lagi setelah sekian lama…

banyak hal yang ingin aku ceritakan di sini..

kesepian…rasa sedih bahkan hampir kehilangan..

sesuatu yg begitu berarti untukku…

aku tipe wanita yg tak pernah ingin membicarakan apa yg aku rasakan..

hanya bisa menyimpan dan merenungi sendiri…

ingin rasanya teriak hanya untuk bilang….” aku sedih…i just want to cry…”

menangis adalah sesuatu yg bs membuat aku lega…hanya air mata yg mampu melumpuhkan rasa yang ada…

baru bisa buka blog uda cerita yg melow..melow…haiyah…

 

 

 

missing u

Posted: Maret 17, 2011 in Isi Hati

halo semua…setelah lama akhirnya aku buka kembali blog kecilku ini…yach walaupun hanya sekedar menulis apa yang ingin aku ungkapkan…

minggu ini adalah minggu pertama aku benar2 merasa sendiri…yach dalam arti merasa sepi…entah kenapa rasanya ada bagian yang hilang dalam hatiku..sedih pasti tapi aku harus tetap berjuang dan terus maju demi kelangsungan hidup keluargaku….

semoga semua keputusan ini adalah yang terbaik untuk semuanya…kucoba untuk tetap menjalaninya dan terus bersyukur atas semua pemberianNYA…

kutulis puisi ini untukmu seorang:

sedih itu yang kurasa sekarang..
begitu banyak kenangan yang masih kuingat jelas di mataku..
yang tidak mungkin bisa aku hapus begitu cepat..
aku rindu…
itu yang kurasa di sini..
mengingatmu dan mengenangmu membuatku selalu menangis…

i hope u happy in there…
n really i missing u…

always missing u….

Sebuah renungan…

Posted: Januari 9, 2010 in Uncategorized
Tag:

SEDIKIT RENUNGAN BUAT KITA-KITA YANG MASIH MUDA ( YANG KELAK AKAN MENJADI
TUA PULA… )

Suatu hari seorang sahabat saya pergi ke rumah orang jompo atau lebih
terkenal dengan sebutan panti werdha bersama dengan teman-temannya.
Kebiasaan ini mereka lakukan untuk lebih banyak mengenal bahwa akan lebih
membahagiakan kalau kita bisa berbagi pada orang-orang yang kesepian dalam
hidupnya.

Ketika teman saya sedang berbicara dengan beberapa ibu-ibu tua, tiba-tiba
mata teman saya tertumpu pada seorang opa tua yang duduk menyendiri sambil
menatap kedepan dengan tatapan kosong.

Lalu sang teman mencoba mendekati opa itu dan mencoba mengajaknya
berbicara. Perlahan tapi pasti sang opa akhirnya mau mengobrol dengannya
sampai akhirnya si opa menceritakan kisah hidupnya.

Si opa memulai cerita tentang hidupnya sambil menghela napas panjang. Sejak
masa muda saya menghabiskan waktu saya untuk terus mencari usaha yang baik
untuk keluarga saya, khususnya untuk anak-anak yang sangat saya cintai.
Sampai akhirnya saya mencapai puncaknya dimana kami bisa tinggal dirumah
yang sangat besar dengan segala fasilitas yang sangat bagus.

Demikian pula dengan anak-anak saya, mereka semua berhasil sekolah sampai
keluar negeri dengan iaya yang tidak pernah saya batasi. Akhirnya mereka
semua berhasil dalam sekolah juga dalam usahanya dan juga dalam
berkeluarga.

Tibalah dimana kami sebagai orangtua merasa sudah saatnya pensiun dan
menuai hasil panen kami. Tiba-tiba istri tercinta saya yang selalu setia
menemani saya dari sejak saya memulai kehidupan ini meninggal dunia karena
sakit yang sangat mendadak. Lalu sejak kematian istri saya tinggallah saya
hanya dengan para pembantu kami karena anak-anak kami semua tidak ada yang
mau menemani saya karena mereka sudah mempunyai rumah yang juga besar.
Hidup saya rasanya hilang, tiada lagi orang yang mau menemani saya setiap
saat saya memerlukan nya.

Tidak sebulan sekali anak-anak mau menjenguk saya ataupun memberi kabar
melalui telepon. Lalu tiba-tiba anak sulung saya datang dan mengatakan
kalau dia akan menjual rumah karena selain tidak effisien juga toh saya
dapat ikut tinggal dengannya. Dengan hati yang berbunga saya menyetujuinya
karena toh saya juga tidak memerlukan rumah besar lagi tapi tanpa ada
orang-orang yang saya kasihi di dalamnya. Setelah itu saya ikut dengan anak
saya yang sulung.

Tapi apa yang saya dapatkan ? setiap hari mereka sibuk sendiri-sendiri dan
kalaupun mereka ada di rumah tak pernah sekalipun mereka mau menyapa saya.
Semua keperluan saya pembantu yang memberi. Untunglah saya selalu hidup
teratur dari muda maka meskipun sudah tua saya tidak pernah sakit-sakitan.

Lalu saya tinggal dirumah anak saya yang lain. Saya berharap kalau saya
akan mendapatkan sukacita idalamnya, tapi rupanya tidak. Yang lebih
menyakitkan semua alat-alat untuk saya pakai mereka ganti, mereka
menyediakan semua peralatan dari kayu dengan alasan untuk keselamatan saya
tapi sebetulnya mereka sayang dan takut kalau saya memecahkan alat-alat
mereka yang mahal-mahal itu. Setiap hari saya makan dan minum dari
alat-alat kayu atau
plastik yang sama dengan yang mereka sediakan untuk para pembantu dan
anjing mereka. Setiap hari saya makan dan minum sambil mengucurkan airmata
dan bertanya dimanakah hati nurani mereka?

Akhirnya saya tinggal dengan anak saya yang terkecil, anak yang dulu sangat
saya kasihi melebihi yang lain karena dia dulu adalah seorang anak yang
sangat memberikan kesukacitaan pada kami semua. Tapi apa yang saya
dapatkan?

Setelah beberapa lama saya tinggal disana akhirnya anak saya dan istrinya
mendatangi saya lalu mengatakan bahwa mereka akan mengirim saya untuk
tinggal di panti jompo dengan alasan supaya saya punya teman untuk
berkumpul dan juga mereka berjanji akan selalu mengunjungi saya.

Sekarang sudah 2 tahun saya disini tapi tidak sekalipun dari mereka yang
datang untuk mengunjungi saya apalagi membawakan makanan kesukaan saya.
Hilanglah semua harapan saya tentang anak-anak yang saya besarkan dengan
segala kasih sayang dan kucuran keringat. Saya bertanya-tanya mengana
kehidupan hari tua saya demikian menyedihkan padahal saya bukanlah orangtua
yang menyusahkan, semua harta saya mereka ambil. Saya hanya minta sedikit
perhatian dari mereka tapi mereka sibuk dengan diri sendiri.

Kadang saya menyesali diri mengapa saya bisa mendapatkan anak-anak yang
demikian buruk. Masih untung disini saya punya teman-teman dan juga
kunjungan dari sahabat – sahabat yang mengasihi saya tapi tetap saya
merindukan anak-anak saya.

Sejak itu sahabat saya selalu menyempatkan diri untuk datang kesana dan
berbicara dengan sang opa.

Lambat laun tapi pasti kesepian di mata sang opa berganti dengan keceriaan
apalagi kalau sekali-sekali teman saya membawa serta anak-anaknya untuk
berkunjung.

Sampai hatikah kita membiarkan para orangtua kesepian dan menyesali
hidupnya hanya karena semua kesibukan hidup kita.

Bukankah suatu haripun kita akan sama dengan mereka, tua dan kesepian ?
Ingatlah bahwa tanpa Ayah dan Ibu, kita tidak akan ada di dunia dan menjadi
seperti ini.

Jika kamu masih mempunyai orang tua, bersyukurlah sebab banyak anak
yatim-piatu yang merindukan kasih sayang orang tua.