Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Sebuah renungan…

Posted: Januari 9, 2010 in Uncategorized
Tag:

SEDIKIT RENUNGAN BUAT KITA-KITA YANG MASIH MUDA ( YANG KELAK AKAN MENJADI
TUA PULA… )

Suatu hari seorang sahabat saya pergi ke rumah orang jompo atau lebih
terkenal dengan sebutan panti werdha bersama dengan teman-temannya.
Kebiasaan ini mereka lakukan untuk lebih banyak mengenal bahwa akan lebih
membahagiakan kalau kita bisa berbagi pada orang-orang yang kesepian dalam
hidupnya.

Ketika teman saya sedang berbicara dengan beberapa ibu-ibu tua, tiba-tiba
mata teman saya tertumpu pada seorang opa tua yang duduk menyendiri sambil
menatap kedepan dengan tatapan kosong.

Lalu sang teman mencoba mendekati opa itu dan mencoba mengajaknya
berbicara. Perlahan tapi pasti sang opa akhirnya mau mengobrol dengannya
sampai akhirnya si opa menceritakan kisah hidupnya.

Si opa memulai cerita tentang hidupnya sambil menghela napas panjang. Sejak
masa muda saya menghabiskan waktu saya untuk terus mencari usaha yang baik
untuk keluarga saya, khususnya untuk anak-anak yang sangat saya cintai.
Sampai akhirnya saya mencapai puncaknya dimana kami bisa tinggal dirumah
yang sangat besar dengan segala fasilitas yang sangat bagus.

Demikian pula dengan anak-anak saya, mereka semua berhasil sekolah sampai
keluar negeri dengan iaya yang tidak pernah saya batasi. Akhirnya mereka
semua berhasil dalam sekolah juga dalam usahanya dan juga dalam
berkeluarga.

Tibalah dimana kami sebagai orangtua merasa sudah saatnya pensiun dan
menuai hasil panen kami. Tiba-tiba istri tercinta saya yang selalu setia
menemani saya dari sejak saya memulai kehidupan ini meninggal dunia karena
sakit yang sangat mendadak. Lalu sejak kematian istri saya tinggallah saya
hanya dengan para pembantu kami karena anak-anak kami semua tidak ada yang
mau menemani saya karena mereka sudah mempunyai rumah yang juga besar.
Hidup saya rasanya hilang, tiada lagi orang yang mau menemani saya setiap
saat saya memerlukan nya.

Tidak sebulan sekali anak-anak mau menjenguk saya ataupun memberi kabar
melalui telepon. Lalu tiba-tiba anak sulung saya datang dan mengatakan
kalau dia akan menjual rumah karena selain tidak effisien juga toh saya
dapat ikut tinggal dengannya. Dengan hati yang berbunga saya menyetujuinya
karena toh saya juga tidak memerlukan rumah besar lagi tapi tanpa ada
orang-orang yang saya kasihi di dalamnya. Setelah itu saya ikut dengan anak
saya yang sulung.

Tapi apa yang saya dapatkan ? setiap hari mereka sibuk sendiri-sendiri dan
kalaupun mereka ada di rumah tak pernah sekalipun mereka mau menyapa saya.
Semua keperluan saya pembantu yang memberi. Untunglah saya selalu hidup
teratur dari muda maka meskipun sudah tua saya tidak pernah sakit-sakitan.

Lalu saya tinggal dirumah anak saya yang lain. Saya berharap kalau saya
akan mendapatkan sukacita idalamnya, tapi rupanya tidak. Yang lebih
menyakitkan semua alat-alat untuk saya pakai mereka ganti, mereka
menyediakan semua peralatan dari kayu dengan alasan untuk keselamatan saya
tapi sebetulnya mereka sayang dan takut kalau saya memecahkan alat-alat
mereka yang mahal-mahal itu. Setiap hari saya makan dan minum dari
alat-alat kayu atau
plastik yang sama dengan yang mereka sediakan untuk para pembantu dan
anjing mereka. Setiap hari saya makan dan minum sambil mengucurkan airmata
dan bertanya dimanakah hati nurani mereka?

Akhirnya saya tinggal dengan anak saya yang terkecil, anak yang dulu sangat
saya kasihi melebihi yang lain karena dia dulu adalah seorang anak yang
sangat memberikan kesukacitaan pada kami semua. Tapi apa yang saya
dapatkan?

Setelah beberapa lama saya tinggal disana akhirnya anak saya dan istrinya
mendatangi saya lalu mengatakan bahwa mereka akan mengirim saya untuk
tinggal di panti jompo dengan alasan supaya saya punya teman untuk
berkumpul dan juga mereka berjanji akan selalu mengunjungi saya.

Sekarang sudah 2 tahun saya disini tapi tidak sekalipun dari mereka yang
datang untuk mengunjungi saya apalagi membawakan makanan kesukaan saya.
Hilanglah semua harapan saya tentang anak-anak yang saya besarkan dengan
segala kasih sayang dan kucuran keringat. Saya bertanya-tanya mengana
kehidupan hari tua saya demikian menyedihkan padahal saya bukanlah orangtua
yang menyusahkan, semua harta saya mereka ambil. Saya hanya minta sedikit
perhatian dari mereka tapi mereka sibuk dengan diri sendiri.

Kadang saya menyesali diri mengapa saya bisa mendapatkan anak-anak yang
demikian buruk. Masih untung disini saya punya teman-teman dan juga
kunjungan dari sahabat – sahabat yang mengasihi saya tapi tetap saya
merindukan anak-anak saya.

Sejak itu sahabat saya selalu menyempatkan diri untuk datang kesana dan
berbicara dengan sang opa.

Lambat laun tapi pasti kesepian di mata sang opa berganti dengan keceriaan
apalagi kalau sekali-sekali teman saya membawa serta anak-anaknya untuk
berkunjung.

Sampai hatikah kita membiarkan para orangtua kesepian dan menyesali
hidupnya hanya karena semua kesibukan hidup kita.

Bukankah suatu haripun kita akan sama dengan mereka, tua dan kesepian ?
Ingatlah bahwa tanpa Ayah dan Ibu, kita tidak akan ada di dunia dan menjadi
seperti ini.

Jika kamu masih mempunyai orang tua, bersyukurlah sebab banyak anak
yatim-piatu yang merindukan kasih sayang orang tua.

Iklan

Istimewanya Wanita…

Posted: Januari 3, 2010 in Isi Hati, Uncategorized
Tag:

Banyak wanita yang bilang bahwa susah menjadi wanita, lihat saja aturan-aturan
dibawah ini :

1. Wanita auratnya lebih susah dijaga dibanding lelaki.
2. Wanita perlu minta ijin dari suami apabila mau keluar rumah tetapi tidak
sebaliknya.
3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.
4. Wanita menerima warisan lebih sedikit dari pada lelaki.
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak
6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada
istrinya.
7. Talak terletak di tangan suami dan bukan istri.
8. Wanita kurang nyaman dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas.

9. dan lain-lain.

Tetapi… PERNAHKAH KITA LIHAT KENYATAANNYA ?

1. Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan
ditempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti itulah intan permata bandingannya
dengan seorang wanita.

2. Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada
Ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada Bapaknya ?

3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah
bahwa harta itu akan menjadi miliknya dan tidak perlu diserahkan kepada suami?
Sementara suami apabila menerima warisan ia wajib juga menggunakan hartanya untuk
istri dan anak-anaknya ?

4. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi
tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala mahluk, malaikat dan seluruh
mahluk Allah dimuka bumi ini, dan tahukah jika ia meninggal karena melahirkan
adalah syahid dan surga menantinya.
Diakherat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabk an terhadap 4 wanita,
yaitu : Istrinya, Ibunya, Anak Perempuannya dan Saudara Perempuannya. Artinya ,
bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki,
yaitu : suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.

5. Seorang Wanita boleh memasuki pintu Syurga melalui pintu mana saja yang
disukainya cukup dengan 4 Syarat saja, yaitu : Sholat 5 waktu, Puasa di bulan
Ramadhan, taat kepada Suaminya dan menjaga Kehormatannya.

6. Seorang lelaki wajib berjihad di jalan Allah, sementara bagi wanita jika
taat kepada suami serta menunaikan tanggung jawabnya kepada ALLAH SWT, maka ia
akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad di jalan
Allah tanpa perlu mengangkat senjata.

Masya ALLAH… ! demikian sayangnya ALLAH SWT kepada wanita…..

Yakinlah bahwa sebagai Zat yang Maha Pencipta sudah pasti ALLAH Maha Tahu akan
segala yang diciptakan-Nya sehingga peraturan-Nya adalah yang terbaik bagi
manusia.

Happy New Year….

Posted: Desember 29, 2009 in NewB, Uncategorized
Tag:

Hujan yang mengguyurku malam ini…
Membuatku tersadar akan kebesaranMU…
Menciptakan panas dan hujan demi keseimbangan alam…
S
(lebih…)

When Love Come Too Late…

Posted: Desember 20, 2009 in Uncategorized
Tag:

Kita akan bisa tahu seberapa besar rasa sayang kita pada seseorang,
justru saat kita benar-benar sudah kehilangan orang tersebut.
Tetapi begitu besar kekecewaan dan pengorbanan yang harus kita tanggung
jika kita harus kehilangan dulu untuk dapat menyadari seberapa besar rasa
sayang kita pada seseorang.

Saat kita “terjatuh” dan kita “terluka”, mungkin kita menutup hati kita,
bahkan saat hati kita satu saat terbuka kembali, kita tetap membohongi
diri sendiri, menyangkal perasaan kita sendiri…Namun akibatnya kita
mendatangkan luka yang kian besar lagi, saat kita terlambat menyadari
seberapa besar rasa sayang kita pada seseorang…
Ada suatu cerita yang berjudul:
Wortel, Telur Ato Kopi?, yang bercerita begini…

Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan
mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana
menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang.
Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air
dan menaruhnya di atas api. Setelah air di panci-panci tersebut mendidih.
Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia
menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa
berkata-kata.

Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang
sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api.
Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan
meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk
lainnya.

Lalu ia bertanya kepada anaknya:
“Apa yang kau lihat, nak?” “Wortel, telur, dan kopi” jawab si anak.
Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia
melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu
memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya,
ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras. Terakhir, ayahnya
memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi
dengan aromanya yang khas.

Setelah itu, si anak bertanya, “Apa arti semua ini, Ayah?”. Ayahnya
menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi kesulitan yang sama,
perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda. Wortel
sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus,
wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang
tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus,
isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah
berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut. “Kamu
termasuk yang mana?,” Tanya ayahnya. “Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau
menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?”

Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras,
tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi
lunak dan kehilangan kekuatanmu. Apakah kamu adalah telur, yang awalnya
memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya
kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan menjadi keras dan kaku.
Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras
dengan jiwa dan hati yang kaku? Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk
kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk
mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air
mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat. Jika kamu seperti
bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi
semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.

Kadang kita justru menjadi seperti telur dan bersikap dingin, kita
menolak apabila ada suatu perasaan bertumbuh, dan berusaha menguburnya
kembali dengan rasio kita. Kadang kita juga justru menjadi seperti wortel
dan kita merasa tidak punya cukup kekuatan lagi untuk kembali berdiri dan
memberanikan diri untuk kembali menegakkan kepala kita.
Namun, semua hal ini justru akan menambahkan luka yang lebih dalam lagi
saat kita ternyata telah memiliki perasaan yang telah bertumbuh namun
kita kembali kehilangan karena kita tidak memberanikan diri untuk
melangkah dan kita menolak mengakui adanya perasaan itu.

“Kesempatan hanya datang satu kali”. Datang satu kali, bukan berarti
hanya dalam satu titik waktu saja, tapi mungkin satu rentang waktu… Tapi
saat kita melepaskan kesempatan itu, rentang waktu ini akan menjadi tidak
berarti, kita telah kehilangan kesempatan itu saat kita melepaskannya…

Cinta mungkin datang satu kali, dua kali, tiga kali…tapi kita tidak
pernah tahu kapan cinta benar-benar takkan datang lagi…
Jika saat ini kamu menyayangi seseorang, mencintai seseorang, mungkin
cinta yang ada padamu hanya minta diperjuangkan… Jangan sampai kita
menyadari seberapa besar rasa sayang kita pada seseorang saat kita telah
benar-benar kehilangannya. Meskipun adanya “jodoh” tapi kita manusia
takkan bisa menghargai sesuatu yang diperoleh dengan cuma-cuma atau
dengan mudah.

Begitu juga CINTA, sering kita berdalih, “Kalau memang jodoh takkan
kemana…”. Namun, bukan begitu seharusnya. Kita harus memperjuangkan cinta
kita karena dengan demikian kita dapat menghargai CINTA itu sendiri dan
pasangan kita yang merupakan jodoh kita, yang diberikan-Nya pada kita.
Dengan demikian kita tidak akan menyia-nyiakannya sekali pun.

memory lalu…

Posted: Desember 7, 2009 in Isi Hati, poems, Uncategorized
Tag:

tak terasa air mataku pun akhirnya menetes…
saat kupandangi sebuah foto lalu…
foto yang pernah mengisi hari-hari laluku..

dimanakah kau dulu ???
saat dulu kau tinggalkan aku..
bersama semua harapan hampa…
tanpa pernah aku bisa mencarimu…

dengan semua usaha juga penuh doa…
akupun mampu bangkit..
dan kini kutemukan kembali…
tambatan hati yang telah lama ku cari…
yang bisa memberikan aku sebuah harapan baru..
juga kebahagiaan untukku…

tapi terkadang aku masih mengingatmu..
mungkinkah kau telah bahagia ???
dan menemukan kembali penggantiku…

kudoakan kaupun ikut bahagia…
walaupun bukan denganku…
dan semoga luka itu pun ikut pergi…
bersama kepergian dirimu…
selamat jalan kenangan….

hanya doa yang bisa kupanjatkan…
untuk kebahagiaanmu juga kebahagiaanku…
selamat tinggal memory…
kini telah terbuka kembali…
lembaran baru untuk kisah cinta dan hidupku..
bersama seorang pria yang sangat kucintai…

zahra buah hatiku

Posted: November 17, 2009 in poems, Uncategorized
Tag:

kulihat senyuman mungilmu…
begitu lepas hingga kubisa melihat kebahagiaan yang terpancar di wajahmu..

kulihat tatapan riang dari matamu…
seolah-olah tak ingin kehilangan saat-saat indah di dunia bermainmu..

oh,putri kecilku… aku begitu bahagia memilikimu…
begitu bahagia hingga tak ingin melepas pelukanmu…
pelukan hangat yang selalu menyejukkan sanubariku…

tawamu..ceriamu…selalu menjadi penyemangatku…dalam sedihku selalu kuingat celotehmu..dalam sukaku selalu kuingat senyumanmu…

Ya ALLAH terima kasih kau telah berikan aku anugerah terindah buah cintaku…
yang selalu membuat aku bahagia dan tersenyum..

I love u my little angel…

About LOVE

Posted: November 7, 2009 in Isi Hati, Uncategorized
Tag:

Sepertinya kata cinta tidaklah asing di dalam kehidupan ini.Setiap insan manusia pasti mengalaminya.Karena cinta itu melibatkan perasaan antara dua insan yang memiliki perbedaan.

Sesungguhnya cinta itu unik. Apalagi bila sudah merasakan yang namanya jatuh cinta.Cinta membuat pelakunya tak ingin terpisahkan. Ingin selalu dekat. Berpisah beberapa saat saja, rasa rindu segera menyerang. Siang dan malam selalu terbayang.

Kata-kata indah selalu terngiang. Hati menjadi tak karuan…apalagi bila harus berpisah karena jarak, waktu atau kondisi apapun sehingga tidak bisa bersatu hal itu akan sangat menyakitkan sehingga menimbulkan kerinduan yang mendalam,bahkan karena cinta pula bisa melakukan hal-hal di luar logika manusia.

Pepatah juga bilang kalo cinta itu buta,tidak memandang apapun,bila sudah jatuh cinta dunia rasanya milik berdua.Apapun usaha dilakukan untuk mendapatkan cinta pasangan.Tanpa pernah memikirkan orang lain.

Karena cinta pulalah sering terjadi perselingkuhan tanpa pernah memikirkan bagaimana perasaan orang yang diselingkuhi..

Karena cinta pulalah bisa mengakibatkan dua insan saling menyakiti.Kemanakah rasa cinta itu bila keduanya sudah saling mencaci maki????

mungkinkah bila sudah saling menyakiti kata cinta akan berubah menjadi “cerita indah namun tiada arti”
love

oleh sebab itu ingatlah “janganlah terlalu mencintai,karena bila sudah terlukai akan sangat menyakitkan hati”